Bobby Berupaya Cegah Bencana Melalui Syiar Agama dan Aksi Sosial yang Berkelanjutan

Dalam menghadapi tantangan bencana yang kian meningkat, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menyoroti pentingnya sinergi antara syiar agama dan tindakan sosial berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan mereka. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan bencana melalui kegiatan keagamaan yang terarah dan terencana.
Pelaksanaan Pengajian Rutin sebagai Upaya Pencegahan
Bobby menekankan perlunya dilaksanakan pengajian rutin yang diadakan secara bergilir di berbagai daerah di Sumatera Utara. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkuat syiar Islam, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mencegah bencana melalui pendekatan spiritual. Dalam pandangannya, pengajian ini dapat menjadi media untuk memohon perlindungan serta bimbingan dari Allah SWT.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut untuk periode 2026-2030, serta Dewan Pengawas dan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Sumut Tahun 2026. Acara pelantikan ini berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, pada Minggu, 14 Juni 2026.
Integrasi Pendekatan Ilmiah dan Spiritual
Dalam pandangan Gubernur, pencegahan bencana tidak semata-mata bergantung pada aspek ilmiah atau pembangunan fisik. Sebaliknya, pendekatan spiritual yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan juga sangat penting. Bobby menekankan bahwa dengan memperkuat nilai-nilai agama di tengah masyarakat, kita dapat membangun fondasi yang kokoh untuk pencegahan bencana.
“Melalui pengajian besar yang diadakan sebulan sekali, kita tidak hanya menyebarkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga berikhtiar dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT,” ujarnya. Ia percaya bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Dukungan Anggaran untuk Kegiatan Keagamaan
Bobby juga mengungkapkan komitmennya untuk mendukung program-program keagamaan melalui pengajuan anggaran yang diperlukan. Ia meminta LPTQ Sumut untuk merancang program yang dapat mendukung pelaksanaan pengajian rutin tersebut. Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut siap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bertujuan memperkuat syiar Islam dalam masyarakat.
“Pernyataan bahwa tidak ada anggaran untuk urusan agama tidaklah dapat diterima. Kami berkomitmen untuk mendukung kegiatan yang memperkuat syiar agama dan pembinaan umat,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemprov memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di daerah tersebut.
Pentingnya Pembinaan Berkelanjutan oleh LPTQ
Bobby juga mengingatkan agar LPTQ tidak hanya dilihat sebagai lembaga yang berfungsi menjelang pelaksanaan MTQ atau sekadar menyelenggarakan perlombaan tilawah. Ia menekankan bahwa tugas utama LPTQ adalah melakukan pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan sepanjang tahun. Dengan demikian, dampak positif dari program-program ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
“LPTQ harus berfungsi secara aktif, tidak hanya pada saat-saat tertentu, tetapi harus terus bergerak dan berkesinambungan untuk memperkuat syiar Al-Qur’an di Sumatera Utara,” tukasnya. Melalui pendekatan ini, diharapkan LPTQ dapat lebih proaktif dalam mendukung pengembangan qari, qariah, hafiz, dan hafizah dari tingkat kecamatan hingga nasional.
MTQ sebagai Momentum Pembinaan
Bobby berharap bahwa pelaksanaan MTQ ke-40 Sumut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat gerakan membumikan Al-Qur’an. Ia ingin agar kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama di masyarakat. Fokus utama haruslah pada proses pembinaan, yang lebih penting daripada hanya sekadar anggaran dan kemeriahan acara.
- Pengajian rutin sebagai media syiar agama.
- Komitmen anggaran untuk kegiatan keagamaan.
- Pembinaan berkelanjutan oleh LPTQ.
- Fokus pada proses pembinaan qari dan qariah.
- MTQ sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
“Tujuan akhirnya adalah agar syiar Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat dan membawa keberkahan bagi Sumatera Utara,” pungkasnya. Dengan upaya bersinergi antara syiar agama dan aksi sosial yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana.



