Presiden Berikan Bantuan Sapi Meugang Kedua Kali: Rincian Besaran Per Kabupaten/Kota

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memberikan penilaian positif dan rasa terima kasih mereka atas bantuan sapi meugang yang disalurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri dan ditujukan untuk membantu korban bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Aceh. Presiden Prabowo menunjukkan perhatian dan dukungan terhadap pelestarian tradisi meugang, sebuah tradisi yang sudah sangat melekat di hati masyarakat Aceh. Tidak hanya itu, ini merupakan kali kedua Presiden memberikan bantuan serupa, dimana sebelumnya bantuan juga telah diberikan menjelang bulan suci Ramadan.
Rincian Bantuan Sapi Meugang
Bantuan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dari Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Aceh, khususnya yang sedang mengalami dampak dari bencana hidrometeorologi. Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur menyampaikan rasa terima kasih mereka atas bantuan ini atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh warga Aceh.
Di tengah situasi pasca bencana, bantuan ini memiliki arti yang lebih mendalam daripada sekadar dukungan terhadap tradisi. Bantuan ini dianggap sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial masyarakat dan membawa kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit. Pemerintah Aceh menilai bahwa kepedulian Presiden menunjukkan komitmen kuat dalam menangani bencana, tidak hanya fokus pada aspek tanggap darurat dan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Harapan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh
Dalam pernyataan tersebut, Gubernur Aceh juga menyampaikan harapannya agar Presiden dapat hadir langsung di Aceh pada perayaan Idul Fitri mendatang. “Kami sangat berharap Bapak Presiden dapat hadir di Aceh dan merayakan Idul Fitri bersama masyarakat. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi rakyat Aceh,” kata Gubernur.
Wakil Gubernur Fadhlullah menambahkan, Pemerintah Aceh terus berkomitmen untuk memantau berbagai dinamika di lapangan terkait penanganan bencana agar seluruh tahapan penanggulangan berjalan optimal. “Bantuan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meringankan beban masyarakat. Pemerintah Aceh akan terus memastikan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi berjalan dengan baik, termasuk dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.
Penyaluran Bantuan dan Dampaknya terhadap Inflasi
Wakil Gubernur juga menyebutkan, penyaluran bantuan daging sapi meugang yang dilakukan Presiden sangat membantu di tengah angka inflasi Aceh yang cukup tinggi, yakni mencapai 6,94% per Februari 2026 (year on year). Daging sapi dan daging ayam ras menjadi komoditas dominan penyumbang inflasi Aceh, terutama menjelang meugang.
“Karena itu, bantuan dari Bapak Presiden dalam bentuk sapi meugang juga tentu sangat mendukung penurunan angka inflasi di Aceh,” kata Wakil Gubernur.
Tradisi Meugang dan Harapan Pemerintah Aceh
Tradisi meugang merupakan budaya khas Aceh yang dilakukan dengan menyembelih dan mengonsumsi daging bersama keluarga menjelang hari besar Islam, yakni menjelang puasa Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha. Di tengah situasi bencana yang melanda sejumlah wilayah, tradisi ini diharapkan tetap dapat dirasakan oleh masyarakat sebagai simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat bangkit bersama.
Dengan adanya bantuan sapi dari Presiden, Pemerintah Aceh berharap masyarakat, khususnya yang terdampak bencana, tetap dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.
Bantuan tersebut disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan total nilai mencapai Rp72.750.000.000, yang didistribusikan antara lain ke Kota Lhokseumawe sebesar Rp550 juta, Kabupaten Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Kabupaten Pidie Jaya Rp4,9 miliar, Kabupaten Aceh Timur Rp7,55 miliar, Kabupaten Bireuen Rp2,25 miliar, Kota Langsa Rp600 juta, Kabupaten Aceh Utara Rp19,55 miliar, Kabupaten Aceh Barat Rp1 miliar, Kabupaten Pidie Rp2 miliar, Kabupaten Aceh Tengah Rp6,05 miliar, Kabupaten Bener Meriah Rp4,55 miliar, Kabupaten Gayo Lues Rp4,3 miliar, Kabupaten Aceh Tenggara Rp2,25 miliar, Kabupaten Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Kota Subulussalam Rp1 miliar, Kabupaten Aceh Besar Rp500 juta, Kabupaten Nagan Raya Rp1,45 miliar, Kabupaten Aceh Selatan Rp500 juta, serta Kabupaten Simeulue Rp250 juta, yang mengalami gempa bumi saat bencana hidrometeorologi melanda Aceh.
