UNRI Edukasi Siswa SDN 05 Jayapura Siak tentang Teknik Bertanam Hidroponik

Sebuah revolusi kecil dalam dunia pertanian sedang berlangsung di Desa Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dari Universitas Riau (UNRI) telah memperkenalkan teknik bertanam hidroponik kepada siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Jayapura. Inovasi ini memberikan solusi bagi tantangan pertanian dalam menghadapi keterbatasan lahan dan tantangan lingkungan.
Penerapan Teknik Bertanam Hidroponik di SDN 05 Jayapura
Sebanyak 32 siswa kelas IV di SDN 05 Jayapura, berusia 9 hingga 10 tahun, berkesempatan untuk belajar dan berlatih metode penanaman hidroponik secara langsung. Mereka dibimbing oleh para guru dan Kepala Sekolah SDN 05 Jayapura, Asa, S.Pd., dalam mengeksplorasi cara-cara baru dalam bercocok tanam.
Inisiatif ini adalah bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus 2026 yang dijalankan oleh mahasiswa UNRI. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang teknik bertanam yang sederhana, ramah lingkungan, dan hemat air, namun tetap efektif.
Metode Hidroponik Air Statis: Solusi Pertanian Modern
Metode bertanam hidroponik air statis telah dipilih sebagai fokus edukasi ini, mengingat kemudahannya dalam aplikasi dan manfaatnya yang banyak. Teknik bertanam ini memungkinkan siswa untuk menanam sayuran menggunakan botol plastik bekas sebagai media tanam, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga hemat air.
Ketua Kelompok Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh urgensi penguatan ketahanan pangan sejak usia dini. Ketahanan pangan menjadi semakin penting di tengah tantangan lingkungan dan keterbatasan lahan yang ada.
Pendidikan Pertanian Praktis dan Berkelanjutan
Mixsie menjelaskan bahwa pendekatan praktis ini memungkinkan anak-anak memahami bahwa menanam sayuran tidak harus memerlukan lahan yang luas. Selain itu, kegiatan ini juga mengedukasi siswa tentang konsep ketahanan pangan, pemanfaatan barang bekas, dan pentingnya menjaga lingkungan.
Penyuluhan dan pelatihan praktis disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA UNRI, termasuk Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum’atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, dan Alvia Ulfatun Hasanah. Mereka mengajarkan siswa tentang proses penanaman hidroponik, mulai dari persiapan media tanam, pembuatan nutrisi, hingga proses penanaman bibit sayuran.
Belajar Sambil Bermain: Metode Pembelajaran Interaktif
Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya diberikan teori tetapi juga terlibat langsung dalam praktik. Proses pembelajaran diatur secara interaktif melalui diskusi ringan dan sesi tanya jawab, sehingga siswa tampak antusias mengikuti setiap tahap kegiatan.
Edukasi Pertanian dan Lingkungan dalam Satu Paket
Program ini tidak hanya memberikan edukasi tentang pertanian, tetapi juga menjadi media pembelajaran lingkungan dan mendukung pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya yang terkait dengan Responsible Consumption and Production.
Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dan mendorong minat mereka dalam aktivitas bercocok tanam yang ramah lingkungan.
“Kami berharap edukasi ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bijak. Harapan kami adalah pengetahuan ini dapat menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Mixsie.




